INSTITUT ILMU KESEHATAN
MEDIKA PERSADA BALI
INTELLIGENCE TO BE ADVANCE
Alamat : Jl. Seroja, Gang Jeruk, Kelurahan Tonja Denpasar Utara, Bali 80239
Telp : (0361) 4747770 | 081238978886 | 085924124866
Email : iik.medali[at]gmail.com
INSTITUT ILMU KESEHATAN
MEDIKA PERSADA BALI
INTELLIGENCE TO BE ADVANCE
PSYCHOLOGY SCIENTIFIC DAY 2017: PSIKOLOGI DAN PENGOBATAN KOMPLEMENTER-ALTERNATIF
  25 October 2017 - Dibaca 730 kali
  Oleh Administrator

Himpunan Mahasiswa Program Studi Psikologi menyelenggarakan Psychology Scientific Day 2017 pada hari Minggu, 22 Oktober 2017 di IIK Bali. Acara yang bertema "Menggali Lokalitas: Psikologi dan Pengobatan Komplementer-Alternatif" merupakan acara diskusi ilmiah dalam format seminar yang membahas tentang penerapan dan penerimaan pengobatan komplementer-alternatif di kalangan praktisi psikologi (psikolog dan ilmuwan psikologi) di Indonesia. Selain itu, terdapat pula sesi berbagi pengalaman dalam menempuh studi Doktoral di luar negeri dengan beasiswa, yang terutamanya ditujukan kepada para dosen di IIK Bali. Seluruh materi dibawakan oleh Bapak Andrian Liem, S.Psi., M.Psi., Psikolog (PhD candidate of School of Psychology, Queensland University dan juga penerima beasiswa doktoral LPDP RI). Seluruh sesi dihadiri oleh mahasiswa dan dosen IIK Bali serta Wakil Rektor III (dr. I Gusti Lanang Made Rudiartha, MHA) yang membuka acara.

Dalam acara diskusi ilmiah ini, Bapak Andrian memaparkan sebagian hasil penelitian yang pernah dilakukan dan riset doktoralnya yang berjudul "Knowledge, attitudes, experiences, and educational needs of Complementary-Alternative Medicine (CAM): A mixed method study among clinical psychologists in Indonesia" (Terjemahan bebas: Pengetahuan, sikap, pengalaman, dan kebutuhan edukasi tentang Pengobatan Komplementer-Alternatif (PKA): Sebuah studi mixed-method pada kalangan psikolog klinis di Indonesia). Ide ini berawal dari terbatasnya jumlah psikolog klinis di Indonesia dan masih terbatasnya pengetahuan maupun pemanfaatan PKA dalam layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Rendahnya pengetahuan tentang PKA maupun integrasi PKA dalam pengobatan medis konvensional di kalangan tenaga medis dan akademisi masih menjadi tantangan untuk mewujudkan pengobatan holistik yang terintegrasi. Persoalan klasik yang menjadi hambatan adalah perbedaan paradigma pengobatan antara pengobatan medis konvensional (Barat) dan dan pengobatan yang berasal dari praktik-praktik budaya (pengobatan tradisional, alternatif, dan komplementer).

Dalam paparannya, Bapak Andrian menyampaikan hasil risetnya mengenai pemaknaan atas PKA di komunitas psikologi, penerapan PKA oleh masyarakat Indonesia pada umumnya, serta perbandingannya dengan Australia dan Amerika. Telah jamak diketahui bahwa Indonesia memiliki beragam bentuk PKA dan digunakan secara luas oleh masyarakat. Namun, integrasinya dalam sistem kesehatan di Indonesia masih belum optimal. Sedangkan di sebagian negara maju, misalnya Australia tempat Bapak Andrian menempuh studi S3, PKA (contohnya adalah akupuntur) telah mulai diakui dan terintegrasi dalam sistem kesehatannya. Pada kunjungannya ke San Francisco dan Colorado beberapa waktu lalu, Bapak Andrian juga menemukan bahwa beberapa metode PKA, seperti akupresur, yoga, dan meditasi menjadi topik penelitian di dunia medis dan ditawarkan oleh rumah sakit. Oleh sebab itu peserta dalam diskusi ilmiah ini diajak untuk menghardai PKA yang ada di Indonesia dan berpikir kritis tentang bagaimana PKA tersebut bisa terintegrasi dalam sistem layananan kesehatan di Indonesia.

Sesi diskusi dilanjutkan dengan sharing pengalaman Bapak Andrian Liem dalam memeroleh beasiswa untuk menempuh studi S3. Beberapa tips dan trik untuk meningkatkan peluang mendapat beasiswa dibagikan kepada seluruh peserta, khususnya kalangan dosen. Para mahasiswa yang meskipun masih dalam tingkat awal diharapkan semakin luas wawasannya tentang usaha-usaha menempuh dan menjalani pendidikan lanjut sehingga lebih kritis dan bersemangat menyiapkan dan menjalani pendidikannya. Bapak Andrian menekankan bahwa kuliah tidak hanya mengejar IPK tetapi juga mengeksplorasi dan mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan sosial di dalam dan luar kampus. Bagi para dosen tentu telah menjadi kesepahaman bersama bahwa kini terdapat "tuntutan" bagi dosen untuk meningkatkan kompetensi keilmuan dan mendukung karir dosen dengan menempuh studi S3.

Seluruh kegiatan pada hari ini diharapkan dapat memberi wawasan, pengetahuan, dan perubahan pola pikir yang positif bagi seluruh peserta yang hadir. Perubahan-perubahan dalam perilaku senantiasa diawali dengan pemberian informasi/pengetahuan yang faktual, reliabel, dan tentunya ilmiah. Untuk itulah mengapa acara ini diadakan dan diberikan bagi mahasiswa maupun dosen. Semoga seluruh hal yang diperoleh dari acara ini dapat memberi hasil yang baik dan kontributif bagi pada peserta maupun bagi kemajuan IIK Bali.